PERENCANAAN STRATEGI PEMASARAN MELALUI METODE SWOT DAN BCG GUNA MENGHADAPI PERSAINGAN DAN MENGANALISIS PELUANG BISNIS


Jurnal
PERENCANAAN STRATEGI PEMASARAN MELALUI METODE SWOT DAN BCG
GUNA MENGHADAPI PERSAINGAN DAN MENGANALISIS PELUANG BISNIS
Winarni, Petrus Wisnubroto, dan Suyatno
Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi IndustriI
Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta
ABSTRACT
A company that move part confection that produce clothes and sport singlet. from existing troubleshoot that is 0mset in sport singlet product inclined decreaseds. Based on troubleshoot that be discussed in this watchfulness will analyze marketing strategy, analyze business opportunity and how product life-cycle that applied to company. in existing troubleshoot so that gets marketing strategy, and can detect business opportunity with detect position product in product alive cycle. Method that used to plan and analyze analysis SWOT, BCG and analysis product life cycle.
From analysis result and discussion that done towards activities companies obtainable from analysis factor internal and external by using matrik efi and efe got value efi as big as 3,02 and efe as big as 3,01. to detect position companies and development direction furthermore use matrix space. from calculation BCG got product superior that is clothes fashion occupied position star and in the product alive cycle age presents in growth stage. with market segment relatife as big as 1,19 x and market segment growth level as big as 15,68%. while for sport singlet occupieds position dogs, and the product alive cycle age has presented adult stage after a few times will experience depreciation. with market segment relatife as big as 0,83 x, with market segment growth level as big as 8,40%. from strategy supposed product superior will company more will dominate market so that profit be got at will intended can experience enhanced.
Keywords: marketing, analysis SWOT, matrics BCG, Product Life-Cycle analysis
INTISARI
Sebuah perusahaan yang bergerak dibidang konfeksi yang memproduksi pakaian dan kaos olah raga. Dari permasalahan yang ada bahwa 0mset pada produk kaos olahraga cenderung menurun. Berdasarkan permasalahan tersebut yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah menganalisis strategi pemasaran, peluang bisnis, dan bagaimana Product Life Cycle yang diterapkan perusahaan. Diharapkan agar didapatkan strategi pemasaran, dan dapat mengetahui peluang bisnis serta mengetahui posisi product dalam siklus hidup produk. Metode yang digunakan untuk merencanakan dan menganalisis adalah Analisis SWOT, BCG dan Analisis Product Life Cycle.
Dari hasil analisis dan pembahasan yang dilakukan terhadap aktifitas perusahaan dapat diperoleh dari analisis factor internal dan eksternal dengan menggunakan matrik EFI dan EFE didapat nilai EFI sebesar 3,02 dan EFE sebesar 3,01.untuk mengetahui posisi perusahaan dan arah perkembangan selanjutnya menggunakan Matrik Space. Dari perhitungan BCG diperoleh produk unggulan yaitu pakaian fashion menempati posisi STAR dan pada Usia daur hidup produknya berada pada tahap pertumbuhan. Dengan pangsa pasar relatife sebesar 1,19 x, dan tingkat pertumbuhan pangsa pasar sebesar 15,68%. Sedangkan untuk kaos olahraga menempati posisi DOGS, dan usia daur hidup produknya sudah berada tahap dewasa tidak lama kemudian akan mengalami penurunan. dengan pangsa pasar relatife sebesar 0,83 x, dengan tingkat pertumbuhan pangsa pasar sebesar 8,40%. Dari Strategi tersebut diharapkan produk unggulan Perusahaan akan lebih Menguasai pasar sehingga keuntungan yang akan diperoleh di harapkan dapat mengalami peningkatan.
Kata kunci: setrategi pemasaran, analisa SWOT, matrik BCG, analisa Product Life Cycle  


PENDAHULUAN
Pada umumnya tujuan utama perusahaan adalah untuk memperoleh laba yang sebesar­besarnya, meningkatkan volume penjualan dan mempertahankan kelangsungan hidupnya. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu adanya perencanaan strategi yang berfungsi sebagai alat untuk mengkomunikasikan tujuan perusahaan yang akan hendak dicapai. Tujuan utama perencanaan strategi adalah agar perusahaan dapat melihat secara objektif kondisi-kondisi internal dan eksternal sehingga perusahaan dapat mengantisipasi perubahan lingkungan eksternal. Dalam menghadapi persaingan perusahaan berusaha mendapatkan konsumen dari dalam negeri maupun dari luar negeri, Untuk membantu pemasaran produk yang dihasilkan perusahaan melalui terobosan internasional untuk meningkatkan omset Penjualan dalam memasarkan produknya.
Dengan banyaknya perusahaan yang bergerak dibidang Konveksi Produk kaos olahraga yang dihasilkan perusahaan mengalami penurunan. Mengakibatkan omset perusahaan pada kaos olahraga


menurun. Persaingan antar perusahaan sejenis yang semakin ketat sehingga menuntut manajemen perusahaan harus mengantisipasi timbulnya ancaman-ancaman dari para pesaing, serta mampu memangfaatkan peluang dan kekuatan yang dimiliki perushaan. Penetapan strategi pemasaran yang akan berpengaruh pada naik turunnya volume penjualan sangatlah penting. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu memperhatikan dua factor pokok yakni factor eksternal dan factor internal. Factor eksternal merupakan factor yang tidak dipengaruhi oleh kebijakan perusahaan, sedangkan factor internal dapat dipengaruhi oleh kebijakan perusahaan untuk mengoptimalkan volume penjualan yang sepenuhnya berada dalam kendali perusahaan. Untuk menganalisis factor internal dan eksternal menggunakan metode SWOT yang tujuannya untuk mengetahui posisi perusahaan dalam pasar berdasarkan kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman yang dimiliki perusahaan.
Evaluasi terhadap faktor-faktor internal perusahaan yang meliputi: SDM, Manajemen, keuangan, penguasaan teknologi dll, yang dapat menunjukkan kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness) yang dimiliki perusahaan secara langsug akan mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam memenangkan persaingan dan merebut peluang yang ada.
Demikian pula terhadap factor eksternal perusahaan yang meliputi: kondisi perekonomian nasional, perkembangan teknologi, dan sebagainya mutlak diperlukan sebab dari factor eksternal ini dapat merupakan Peluang (opportunities) dan ancaman (threat) terhadap kelangsungan hidup. ntuk menganalisis peluang bisnis dan sejauh mana produk yang dihasilkan oleh perusahaan mampu bersaing dipasaran maka akan dianalisis dengan menggunakan Matrik BCG yang berfungsi untuk melihat posisi produk yang dihasilkan perusahaan berdasarkan pertumbuhan pasar dan pangsa pasar.
Pengertian pemasaran
Ada beberapa defenisi mengenai pemasaran yang telah dikemukakan oleh para ahli, meskipun dari defenisi mereka berbeda namun pada dasarnya mempunyai tujuan dan arti yang sama. Adanya perbedaan defenisi tersebut disebabkan karena mereka melihat pemasaran dari sudut pandang yang berbeda-beda. Ada yang menitik beratkan pada segi fungsinya,segi barang nya, segi kelembagaannya dan sebagian lagi yang menitik beratkan pada semua segi sebagai satuan system.
Menurut Philip kotler (1984) yang melihat dari segi kelembagaannya, pengertian pemasaran adalah sebagai berikut: Pemasaran adalah suatu proses dengan mana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan dan mempertukarkan produk dan nilai dengan individu dan kelompok lainnya.
Menurut Wiliam J Stanton (1994) mengemukakan pemasaran dalam arti yang luas dan cenderung memandang pengertian pemasaran dri segi aktifitas bisnis nya, Pemasaran adalah suatu system keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan menemukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli yang potensial.
Cara Membuat Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai factor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strength) dan peluang (opportunities) namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weakness) dan ancaman (threats) (Rangkuti, 2005). Proses pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan pengembangan misi tujuan, strategi dan kebijaksanaan perusahaan. Dengan demikian perencanaan strategi harus menganalisis faktor-faktor strategis perusahaan (kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman). Dalam kondisi yang ada saat ini analisis SWOT membandingkan antara factor eksternal peluang (opportunities) dan ancaman (threats) dengan factor internal kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness).

Pendekatan Baston Consulting Group (BCG) Matrik
Boston consulting group adalah sebuah konsultan terkemuka yang mengembangkan dan mempopulerkan matrik pangsa pasar pertumbuhan. Metode ini merupakan alat analisis untuk mengetahui posisi bersaing perusahaan. Metode ini dapat menentukan pangsa pasar yang dapat dikembangkan, dipertahankan untuk kepentingan bisnis perusahaan. Matrik pertumbuhan pangsa pasar dibagi dalam 4 kotak yang menunjukan jenis kegiatan yang berbeda. Posisi pangsa pasar relatif diletakan pada sumbu X di BCG matrik. Titik tengah dari sumbu X bernilai 0.5, Sumbu Y dipakai untuk tingkat pertumbuhan penjual industri dalam persentase antara -20 sampai +20 persen. Dengan 0.0 yang menjadi titik tengah. Angka-angka pada sumbu X dan Y diatas sering digunakan, akan tetapi untuk perusahaan tertentu pada kondisi dan situasi tertentu angka-angka itu dapat diubah disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya karena perubahan standar industri atau perubahan situasi ekonomi.
Keterangan:
> Sumbu vertical (tingkat pertumbuhan pasar) menunjukan tingkat pertumbuhan pasar tahunan dimana produk atau jasa dijual.
> Sumbu horizontal (bagian pasar / market share relative) menunjukan bagian pasar dari SBU (Strategic Bisnis Units) relatif terhadap bagian pasar pesaing yang lebih besar. Untuk mengukur pertumbuhan pasar secara sederhana dapat dihitung dengan rumus dibawah ini:
Strategi Pemasaran Dalam Tahapan Product Life Cycle Secara Umum
Setiap tahap Product Life Cycle diperlukan strategi-strategi sendiri, banyak ahli yang telah mengembangkan model-model untuk memproyeksikan Tahap-tahap growth dan Manturity suatu produk baru dengan dasar data uji pasar, tetapi sebagaian besar model tersebat mengalami kesulitan dalam memproyeksikan tahap decline. Namun para manajer pemasaran dapat menggunakan berbagai indicator guna memproyeksikan kapan suatu prodak memasuki tahap Maturity indicator tersebut meliputi proporsi New triens suatu produk versus replacement sales, penurunan laba, overcapacity dalam industri, kinerja replacement produk, peningkatan elastisitas harga, tingkat konsumsi para pemakai, dan perubahan-perubahan model.
1.  Tahap perkenalan
Ciri-ciri umum tahap ini adalah penjualan yang masih rendah, Volume pasar berkembang lambat, persaingan yang relatif kecil, tingkat kegagalan relatif tinggi, banyak dilakukan modifikasi produk, biaya produksi dan pemasaran sangat tinggi serta distribusi yang masih terbatas.
2.  Tahap Pertumbuhan
Bila suatu produk melewati tahap perkenalan dengan baik, maka selanjutnya akan memasuki tahap pertumbuhan, tahap ini sendiri dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu:
a.      Rapid Growth. Situasi ini ditandai dengan tingkat penjualan perusahaan dengan cepat karena produk telah diterima dan diminati pasar.
b.      Slow Growth, pada tahap ini penjualan masih meningkat namun dengan pertumbuhan semakin menurun
3.  Tahap Kedewasaan
Tahap ini ditandai dengan terciptanya titik tertinggi dalam penjualan perusahaan. Normalnya tahap ini adalah tahap terlama dalam PLC. Hal ini disebabkan pada pemenuhan inti kebutuhan oleh produk yang bersangkutan tetap ada. Karena itu sebagian besar strategi pemasaran ditujukan untuk produk-produk dalam tahap ini. Strategi pemasaran kreatif yang digunakan untuk memperpanjang daur hidup suatu produk.
4.  Tahap Penurunan
Penjualan perusahaan yang semakin menurun merupakan gejala tahap Decline dalam PLC. Penurunan penjualan disebabkan oleh faktor-faktor seperti perubahan selera pasar, produk subtitusi diterima konsumen, perubahan teknologi. Namun produk yang memasuki ini bukan berarti tidak menguntungkan lagi, ada kemungkinan menguntungkan bagi perusahaan yang masih berada dipasar, karena dapat memanfaatkan sisa-sisa konsumen yang sudah ditinggalkan pesaing.


PEMBAHASAN
Identifikasi Lingkungan Internal dan eksternal
Evaluasi Faktor Internal (Matrik EFI)
Di bawah ini merupakan hasil dari pengolahan matrik internal factor Evaluation. Untuk menentukan rating dan bobot merupakan hasil konsultasi dengan pemilik perusahaan. Dan untuk penilaian nilai skor kalikan rata-rata rating dengan rata-rata bobotnya, begitupun matrik eksternal Factor Evaluation.
Tabel 1: Matrik evaluasi Faktor Internal
Evaluasi Faktor Eksternal (Matrik EFE)
Matrik Evaluasi Faktor Eksternal digunakan untuk mengevaluasi faktor-faktor eksternal perusahaan berkaitan dengan peluang dan ancaman yang dimiliki perusahaan.
Tabel 2: Matrik Evaluasi Faktor Eksternal

Matrik Internal Eksternal (IE)
Parameter yang digunakan meliputi parameter kekuatan internal perusahaan dan pengaruh eksternal yang dihadapi. Tujuan penggunaan model ini adalah untuk memperoleh strategi bisnis ditingkat korporat yang lebih detail.
Dari hasil pengolahan data pada matrik EFI dan EFE didapat nilai EFI sebesar 3,021) dan EFE sebesar 3,012) . secara jelas hasil skor posisi perusahaan dapat dilihat pada gambar dibawah.
Tabel 3: Data Penjualan pada produk kaos olahraga dalam Unit

Tabel 4: Data penjualan produk pakaian Fashion (dalam Unit



Dari gambar di atas terlihat bahwa perusahaan berada posisi sel 1 yaitu strategi pertumbuhan melalui integrasi Vertikal. Strategi yang dipakai adalah dengan Cara backward integration (mengambil alih fungsi supplier) atau dengan cara Forward integration (mengambil alih fungsi distributor). Hal ini merupakan strategi utama untuk perusahaan yang memiliki posisi komperitif pasar yang kuat(high market share) dalam industri yang berdaya tarik tinggi.
Matrik Space Analisis
Selanjutnya setelah menggunakan model analisis Matrik IE, perusahaan itu dapat menggunakan Matrik Space untuk mempertajam analisisnya. Tujuannya adalah agar perusahaan dapat melihat posisinya dan arah perkembangan selanjutnya. Berdasarkan Matrik Space, Analisis dapat memperlihatkan dengan jelas garis yang bersifat positif baik untuk kekuatan Keuangan (KU) maupun kekuatan industri (KI). Hal ini menunjukan bahwa perusahaan itu secara financial relatif cukup kuat sehingga dia dapat mendayagunakan kompetitifnya secara optimal melalui tindakan yang cukup agresif untuk merebut pasar.


Tabel 5: Matrik Space Analysis
Matrik BCG
Analisis matrik BCG digunakan untuk menentukan posisi perusahaan terhadap pangsa pasar dilihat dari karakteristik perusahaan,
Gambar 6: Hasil Pengolahan diagram BCG Growth Share Matric
Dari hasil pengolahan matrik BCG didapat bahwa produk perusahaan jenis kaos olahraga terletak pada posisi dogs, sedangkan Fashion terletak pada posisi Stars.


Analisa Product Life Cycle 
Berdasarkan data di atas dapat dibuat grafik product Life-Cycle seperti dibawah ini:
KESIMPULAN
1. Berdasarkan analisa SWOT dengan mengefaluasi factor internal dan eksternal dengan menggunakan matrik EFI dan EFE dan diformulasikan kedalam matrik space bahwa posisi perusahaan pada saat ini berada pada posisi yang Agresif.
2.   Dari perhitungan matrik BCG bahwa produk kaos olahraga berada pada posisi DOGS yaitu tingkat pertumbuhan pasar yang rendah dan pangsa pasar relatif lemah.sedangkan pada produk fashion berada pada posisi STAR yang artinya Tingkat pertumbuhan pasar yang kuat dan pangsa pasar relatif yang tinggi.
3.   Berdasarkan analisa PLC produk kaos olahraga pada saat ini (tahun 2007) beada pada masa dewasa. Dan produk fashion berada pada masa pertumbuhan.
DAFTAR PUSTAKA
Burhan, 1994, Perencanaan strategic, PT. Pustaka Bima Pressindo, Jakarta
Cravens, David W, 1996 Pemasaran Strategis, Erlangga, Jakarta.
Kotler, Philip 1984, Manajemen Pemasaran “Analisis Perencanaan dan Pengendalian“ Jilid 2, Erlangga, Jakarta.
Porter, Micheal E, 1993, Keunggulan bersaing menciptakan dan mempertahankan kinerja unggul, Erlangga, Jakarta.
Rangkuti, Freddy 1997, Analisis SWOT dan Teknik bedah kasus bisnis, PT Gramedia Pustaka Umum, Jakarta.
Rangkuti, Freddy 1997, Riset Pemasaran, PT. Gramedia Pustaka Umum, Jakarta.
Stanton,WJ., MJ., Etzel and BJ.Walker, 1994, Fundamentals of Marketing, 10th ed, New York, Mc.Graw Hill,Inc.
Swanda, 2005, Perencanaan strategi pemasaran pelumas dengan menggunakan matrik perencanaan strategi kuantitatif (MPSK) dan analisis SWOT, Skripsi.
Tjiptono Fandy, 1997, Strategi Pemasaran, Penerbit Andi, Yogyakarta.

Sumber : http://jurnal.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/5307456465.pdf






No comments:

Post a Comment

Post a Comment

Joint this blog!

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...