Sifat Sistem Pengendalian Manajemen : Kasus Wal-Mart vs Word.Com


Latar Belakang Masalah
Setiap organisasi seharusnya mendesain sistem pengendalian manajemen (SPM) untuk memastikan tujuan strategis organisasi dapat tercapai.   Beberapa argumentasi tentang Sistem Pengendalian Manajemen dibawah ini akan memberikan pemahaman awal mengenai Sifat SPM :
1.         Perusahaan yang perubahan lingkungannya dapat diprediksi menggunakan   proses formal dan rasional untuk mengembangkan strategi terlebih dahulu, dan baru kemudian mendesain sistem Pengendalian manajemen untuk melaksanakan strategi tersebut.  Ini artinya Sistem Pengendalian Manajemen harus sesuai dengan strategi perusahaan. 
2.         Perusahaan yang lingkungannya cepat berubah dan mengalami kesulitan untuk merumuskan strategi perusahaannya terlebih dahulu, pertama kali akan mendesain sistem manajemen untuk melaksanakan strategi yang dipilih.  Ini artinya strategi muncul melalui eksperimentasi dan proses diluar rencana yang dipengaruhi oleh sistem manajemen perusahaan.
3.         Lebih dari 90 % perusahaan, termasuk organisasi nirlaba, gagal dalam implementasinya karena strategi tidak pernah ada atau mengalami distorsi, atau biaya implementasinya ternyata jauh lebih mahal dan memakan waktu lebih banyak dari apa yang diantisipasi.
4.         Dapat dipastikan perusahaan yang berkinerja tinggi berhasil dalam implementasinya.   Sebut saja Perusahaan kelas dunia seperti Nucor Corporation, Wal-Mart dan Dell Computer.  Keberhasilan jangka panjang mereka tidak hanya karena mengembangkan strategi yang baik, tapi juga merancang sistem dan proses yang berorientasi pada kebutuhan karyawan untuk melaksanakan strategi itu secara efektif.
5.         Sedangkan Jatuhnya perusahaan seperti Tyco, Globe Crossing dan World.Com karena kelalaian dalam Pengendalian.
6.         Pengendalian manajemen dan pengendalian tugas tidak sama.  Kesalahan sering terjadi jika prinsip-prinsip yang dikembangkan ilmuwan manajemen untuk situasi pengendalian tugas diterapkan pada situasi pengendalian manajemen
7.         Bagi Calon manajer, Ceo maupun manajer dibawahnya, yang akan merancang sistem perusahaanya, penting memiliki pemahaman konsep-konsep dasar dari pengendalian, manajemen, sistem, pengendalian manajemen dan membedakannya dari kegiatan lain seperti perumusan strategi dan pengendalian tugas.


Ruang Lingkup.
  Makalah ini untuk membahas konsep dasar mengenai Pengendalian, Manajemen dan Sistem.  Selain itu akan mendefinisikan pengendalian manajemen dan membedakannya dari dua sistem yang lain yaitu Formulasi Strategi (perumuskan strategi) dan Pengendalian tugas, yang mana kedua sistem ini juga memerlukan pengendalian dan perencanaan.  Akan diberikan pula contoh perusahaan yang telah melaksanakan pengendalian secara positif maupun negatif.  Selanjutnya mengetahui bagaimana pengaruh internet terhadap pengendalian manajemen dalam perusahaan. 

Konsep-Konsep Dasar
Pengendalian
Suatu organisasi juga harus dikendalikan yaitu harus ada perangkat-perangkat untuk memastikan bahwa tujuan strategis organisasi dapat tercapai. Setiap sistem pengendalian sedikitnya memiliki empat elemen yaitu:
1.         Pelacak (detector) untuk mengukur apa yang terjadi dalam proses yang sedang dikendalikan.
2.         Penilai (assessor) untuk menentukan signifikansi dari peristiwa actual.
3.         Effector yang mengubah perilaku jika penilai mengindikasikan kebutuhan untuk melakukan hal tersebut.
4.         Jaringan komunikasi untuk meneruskan informasi antara detector dan asessor dan antara assessor dan effector.
Bagaimana elemen-elemen tersebut berfungsi dapat dijelaskan dalam tiga contoh sebagai berikut :
1.       Thermostat, mengatur suhu ruangan. Komponennya adalah : (1) termometer (detector) yang mengukur suhu ruangan; (2) assessor, yang membandingkan suhu ruangan dengan standar yang diterima mengenai suhu seharusnya; (3) effector, yang mendorong pemanas untuk memancarkan panas atau mengaktifkan pendingin dan juga mematikan alat-alat ini; dan (4) jaringan komunikasi yang meneruskan informasi dari termometer (detector) ke assessor dan dari assessor ke elemen pemanas atau pendingin (effector)
2.      Suhu tubuh manusia dikendalikan oleh : (1) saraf sensorik (detector) di seluruh tubuh; (2) hypothalamus (assessor) berpusat di otak, yang membandingkan antara informasi yang diterima dari detector dengan suhu tubuh standar 98,6 Fo ; (3) otot-otot dan organ tubuh (effector), yang mengurangi suhu tubuh ketika melebihi suhu standar (dengan cara bernapas terengah-pengah, berkeringat dan membuka pori-pori kulit) dan meningkatkan suhu tubuh ketika turun dibawah standar (dengan cara menggigil dan menutup pori-pori kulit; dan (4) sistem komunikasi yang menyeluruh dari jaringan syaraf
3.      Pengendara mobil yang mengemudi sesuai standar kecepatan 65 mil per jam bertindak dengan : (1) mata (detector) yang mengukur kecepatan aktual dengan mengamati spedometer;  (2) otak (assessor) membandingkan kecepatan aktual dengan kecepatan yang ditetapkan oleh hukum dan mendeteksi adanya penyimpangan dari standar; (3) mengarahkan kaki (effector) untuk melepas atau menekan pedal gas; dan (4) sistem komunikasi yang menyebarkan            informasi dari mata (detector) ke otak (assessor) dan dari otak ke kaki (effector).
Sistem pengendalian suhu tubuh bersifat homeostatis, yaitu teratur dengan sendirinya, dengan hypothalamus yang mengarahkan tindakan, berfungsi secara otomatis tanpa usaha secara sadar.  Sistim biologis ini juga lebih rumit dari thermostat. Tapi pengendalian pengendara mobil lebih rumit dari keduanya, disebabkan tidak adanya kepastian mengenai tindakan apa yang akan diarahkan oleh otak setelah menerima dan mengevaluasi informasi dari detector.  Sebagai contoh, pengemudi yang ingin mematuhi batas kecepatan yang telah ditetapkan akan mengurangi kecepatannya saat mengendara, sementara beberapa pengemudi lain tidak akan menguranginya.  Dalam sistim ini kendali tidak otomatis.

Manajemen
Suatu organisasi terdiri dari sekelompok orang yang bekerja bersama-sama untuk
mencapai tujuan bersama,  dimana organisasi tersebut dipimpin oleh satu hierarki manajemen, yaitu:
1.         CEO (Chief excecutive officer) pada posisi puncak, yang memutuskan keseluruhan strategi yang akan memungkinkan organisasi tersebut untuk mencapai tujuannya.
2.         Para manajer unit bisnis, departemen, bagian dan sub unit lainnya yang memformulasikan strategi tambahan yang memungkinkan untuk memperluas tujuan-tujuan ini.

Gambar 2.1.2.  Elemen-elemen  Proses Kendali

 
Sistim pengendalian manajemen mengandung elemen yang sama dengan elemen pada sistem pengendalian sederhana yang disebutkan sebelumnya.  Detector melaporkan apa yang sedang terjadi atas organisasi; assessor membandingkan informasi ini dengan keadaan yang diinginkan; effector mengambil tindakan koreksi terhadap perbedaan antara keadaan aktual dengan keadaan yang diinginkan.
Perbedaan yang signifikan antara proses pengendalian manajemen dengan proses yang lebih sederhana:
1.      Berbeda dengan thermostat dan sistem suhu tubuh, standar tidaklah ditetapkan terlebih dahulu tetapi merupakan proses perencanaan yang sadar. Proses pengendalian dalam suatu organisasi meliputi perencanaan.
2.      Seperti pengendalian mobil, manajemen tidak bersifat otomatis.  Meskipun dalam organisasi seorang ahli mekanik adalah detector, tetapi manajer seringkali mendeteksi informasi penting dengan mata, telinga dan indra mereka sendiri.  Manajer harus melakukan fungsi assessor, memutuskan dirinya sendiri apakah perbedaan hasil aktual dengan standar cukup signifikan untuk membenarkan tindakan dan tindakan apa yang akan diambil.  Manajer harus berinteraksi sedikitnya dengan satu orang untuk melakukan perubahan.
3.      Tidak seperti pengendalian mobil yang dilakukan secara individu, pengendalian manajemen dilakukan antarindividu dengan memastikan setiap individu (atau unit kerja di organisasi) berkoordinasi dan bekerja secara harmonis.
4.      Dalam pengendalian manajemen, koneksi dari diterimanya kebutuhan akan tindakan menjadi tindakan memperoleh hasil yang diinginkan mungkin tidak jelas.  Seorang manajer (assessor) mungkin memutuskan “biaya yang ada terlalu tinggi” tetapi tidak melihat adanya tindakan apa yang dapat diambil untuk menurunkan biaya ke standar yang diinginkan termasuk apa tindakan orang lain yang meresponnya.  Sebaliknya, dalam pengendalian mobil yang mekanis dan thermostat hal-hal tersebut dapat diketahui dengan pasti.
5.      Tidak seperti thermostat, banyak pengendalian manajemen bersifat pengendalian diri sendiri, yaitu manajer menggunakan penilaian mereka sendiri dan bukannya mengikuti instruksi atasan.  Sama halnya ketika pengendara mobil mematuhi batas kecepatan, melakukannya bukan karena ada rambu-rambu yang memerintahkan tetapi karena secara sadar memutuskan bahwa yang terbaik adalah mematuhi hukum.

Sistem            

Suatu system merupakan suatu cara tertentu dan bersifat repetitif untuk melaksanakan suatu atau kelompok aktivitas.  Karakteristik dari sistem berupa rangkaian langkah yang berirama, terkoordinasi dan berulang untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Proses pengendalian manajemen sangat rumit dan mengandung penilaian (judgmental).  Beberapa tindakan manajemen bersifat tidak sistematis. Para manajer biasanya menghadapi situasi dimana aturan tidak terdefinisikan dengan baik sehingga untuk mengambil tindakan adalah dengan menggunakan penilaian terbaik mereka, tergantung kepiawaian mereka berhadapan dengan orang-orang, bukan dengan aturan sistem.  Jika suatu sistem menjamin tindakan tepat untuk semua situasi maka manajer manusia tidak diperlukan lagi.

Batas-batas pengendalian manajemen

Pengendalian manajemen berada di tengah-tengah antara formulasi strategi dan
pengendalian tugas dalam beberapa hal.  Formulasi strategi paling tidak sistematis, fokus pada jangka panjang, mempergunakan perkiraan kasar akan masa depan dan proses perencanaan merupakan hal penting. Pengendalian tugas paling sistematis, fokus pada jangka pendek, mempergunakan data akurat saat ini dan hal yang lebih penting adalah pengendalian. Sementara pengendalian manajemen, sekali lagi, terletak diantaranya, dengan menjadikan pengendalian dan perencanaan merupakan hal yang sama pentingnya.

Gambar 2.2. Hubungan umum antara fungsi perencanaan dan fungsi pengendalian



Pengendalian manajemen merupakan proses yang mana para manajer mempengaruhi anggota organisasi lain untuk mengimplementasikan strategi organisasi.
Beberapa aspek pengendalian manajemen :
1.      Kegiatan pengendalian manajemen, meliputi merencanakan apa yang seharusnya dilakukan organisasi, mengkoordinasikan aktivitas beberapa bagian organisasi, mengomunikasikan informasi, mengevaluasi informasi, memutuskan tindakan apa yang seharusnya diambil jika ada dan mempengaruhi orang-orang untuk mengubah perilaku mereka.
2.      Keselarasan tujuan, mengharuskan SPM dirancang dan diopersikan dengan prinsip keselarasan tujuan setiap pribadi dalam organisasi sehingga memungkinkan menggunakan tujuan seorang anggota untuk mencapai tujuan organisasi asalkan tujuan anggota tersebut konsisten dengan tujuan organisasi tersebut.
3.      Perangkat penerapan strategi,  Pengendalian manajemen merupakan satu-satunya perangkat menajer yang mengfokuskan pada pengimplementasian strategi yang diinginkan.  Pengendalian tersebut dengan struktur organisasi yang memisahkan peranan, hubungan pelaporan dan pembagian tanggung jawab yang membentuk pengambilan keputusan dalam suatu organisasi.  Juga dengan Manajemen Sumber Daya Manusia (seleksi, pelatihan, evaluasi, promosi dan pemecatan jika diperlukan)  dan kebudayaan (kepercayaan, sikap dan norma).
Contoh perusahaan yang berhasil karena keunggulan strateginya adalah Wall-Mart.
4.      Tekanan finansial dan nonfinansial, Sistem pengendalian manajemen mengukur kinerja finansial yang fokus pada hasil- hasil moneter (laba bersih, pengembalian atas modal dan sebagainya) dan non finansial yang meliputi mutu produk, pangsa pasar, kepuasan pelanggan, pengantaran tepat waktu dan semangat kerja karyawan.
5.      Bantuan dalam mengembangkan strategi baru apabila Informasi yang bersifat nonfinansial dapat memberikan dasar pengambilan strategi baru.  Artinya Pengendalian hari ini adalah strategi masa depan.  Seperti dalam industri yang lingkungannya cepat berubah dimana desain SPM menentukan strategi, maka informasi yang bersifat non finansial (misalnya kepuasan pelanggan, pangsa pasar dan lainnya) dapat menjadi dasar bagi pertimbangan strategi baru, dan  ini disebut Pengendalian interaktif.

Perumusan stategi
Formulasi strategi merupakan proses memutuskan tujuan organisasi dan strategi untuk mencapai tujuan. Tujuan itu adalah tujuan keseluruhan dan tidak memiliki jangka waktu dimana tujuan tersebut akan tetap ada sampai tujuan tersebut diubah.  Strategi adalah langkah-langkah khusus dan menetapkan secara umum arah tujuan pergerakan organisasi yang diinginkan oleh manajemen senior.
Kebutuhan untuk memformulasikan strategi muncul sebagai respon terhadap ancaman yang diterima dari pesaing maupun untuk memanfaatkan kesempatan yang ada seperti adanya inovasi teknologi.  Dalam beberapa kejadian di perusahan ternama, perubahan dalam strategi sering terjadi ketika CEO baru yang berasal dari luar perusahaan memandang ancaman dan manfaat dengan cara yang berbeda dari CEO Pendahulunya.
  Seperti Louis V. Gerstner, CEO IBM yang baru di tahun 1993, mengubah perusahaan dari produsen mainframe computer menjadi pemimpin dalam sistim jaringan, jasa komputer dan solusi bisnis internet.  Perusahaan lain dimana CEO baru membuat perubahan besar adalah AT&T di tahun 1990 ketika diambil alih oleh Michael C. Amstrong, Disney oleh Michael Eisner dan Merck oleh Ray Gilmartin.
Sementara Gagasan akan strategi dapat muncul dari siapa saja yang memiliki gagasan cemerlang, kapanpun dan dimana saja, tidak semata-mata keluar dari tim riset dan pengembangan atau staf perusahaan pusat.  Ini sebabnya mengapa tanggung-jawab lengkap dalam formulasi strategi seharusnya tidak pernah dibebankan kepada seseorang atau satu unit saja.   Adalah Penting menyediakan sarana untuk membawa gagasan ke manajer senior tanpa membiarkan gagasan tersebut terhalang di tingkat yang lebih rendah.
Perbedaan antara Formulasi Strategi dan Pengendalian Manajemen, dimana Formulasi strategi adalah proses pengambilan keputusan strategi baru, sementara pengendalian manajemen adalah proses implementasi strategi tersebut.  Lebih lengkapnya dapat dilihat dari sudut pandang desain sistem dan analisis, sebagai berikut :
1.      Dari sudut pandang Desain Sistem, Formulasi Strategi pada dasarnya tidaklah sistematis dan keputusan strategi mungin dapat dibuat kapanpun
2.      Dari sudut pandang analisis, usulan strategi bervariasi dengan sifat strategi tersebut.  Analisis strategi melibatkan penilaian, angka yang digunakan dalam proses biasanya merupakan estimasi kasar saja.  Sebaliknya proses pengendalian Manajemen melibatkan Serangkaian Langkah yang terjadi dalam urutan yang dapat diprediksi sesuai dengan jadwal tetap dan dengan estimasi yang dapat diandalkan.
3.      Analisis mengusulkan strategi biasanya secara relatif melibatkan sedikit orang (Penggagas, Staf Pusat, Manajer senior).  Sebaliknya Proses Pengendalian Manajemen melibatkan manajer dan stafnya di semua tingkatan dalam organisasi.

Pengendalian Tugas
Pengendalian Tugas adalah proses untuk memastikan bahwa tugas yang spesifik dilaksanakan secara efektif dan efisien.  Pengendalian tugas berorientasi  pada transaksi dan hal tersebut melibatkan kinerja dari tugas individual sesuai dengan aturan yang ditetapkan dalam proses pengendalian manajemen.  
Pengendalian Tugas selalu terdiri dari pengawasan agar aturan-aturan ini diikuti.  Fungsi pengawasan ini dalam beberapa kasus bahkan tidak membutuhkan kehadiran manusia karena telah menggunakan perangkat mesin berupa komputer dan robot, kecuali jika terjadi peristiwa tidak biasa yang membutuhkan pemrograman manusia.
Banyak kegiatan pengendalian tugas yang bersifat ilmiah yaitu keputusan optimal atau tindakan yang tepat perlu diambil untuk membawa kondisi di luar kendali kembali kondisi yang diinginkan dapat diprediksikan dalam batasan yang dapat diterima. Sebagian besar informasi dalam sebuah organisasi merupakan informasi pengendalian tugas, contohnya, jumlah pesanan barang oleh pelanggan, berat bahan baku, dan jumlah unit komponen yang digunakan untuk menghasilkan produk, jumlah jam kerja karyawan dan jumlah kas yang diperlukan.  Kegiatan sentral seperti pengadaan barang, penjadwalan, masukan pesanan, logistik, pengendalian mutu dan manajemen kas, merupakan sistem pengendalian tugas.  Termasuk juga kegiatan bersifat mekanik, menjadi sangat rumit, seperti perangkat elektronik yang mengendalikan seluruh pabrik baja.
Aktivitas tertentu yang telah dilakukan oleh manajer sekarang diotomatisasikan dan telah menjadi aktivitas pengendalian tugas. Pergeseran ini dari pengendalian manajemen menjadi pengendalian tugas ini membebaskan waktu manajer untuk kegiatan manajemen lainnya tanpa menghapuskan posisi manajer tersebut.
Perbedaan antara Pengendalian Tugas dan Pengendalian Manajemen sebagai berikut:
1.      Sistem Pengendalian tugas bersifat ilmiah sementara pengendalian manajemen tidak dapat disederhanakan menjadi suatu ilmu tapi berhubungan dengan prilaku para manajer
2.      Dalam pengendalian manajemen para manajer berinteraksi dengan manajer lainnya, sedangkan dalam pengendalian tugas manusia tidak terlibat atau interaksinya adalah antara seorang manajer dan non manajer
3.      Dalam pengendalian manajer fokus terletak pada unit organisasional, sementara dalam pengendalian tugas fokus terletak pada tugas spesifik yang dilakukan oleh unit-unit organisasional.
4.      Pengendalian manajemen adalah aktivitas para manajer dalam memutuskan apa yang harus dilakukan dalam kendali strategis secara umum, sedangkan Pengendalian tugas berhubungan dengan tugas-tugas tertentu yang sebagian besar membutuhan sedikit atau tidak sama sekali mempertimbangkan untuk melaksanakannya.

Dampak Internet terhadap Pengendalian Manajemen
Revolusi informasi dimulai dengan penemuan telepon oleh Alexander Graham Bell di akhir abad ke-19.  Pesatnya revolusi informasi dipercepat dengan penemuan computer yang memperolah momentum besar pada tahun 1990-an dengan hadirnya internet.
Internet menyediakan manfaat utama yang tidak didapat dari telepon, antara lain:
1.      Akses secara mudah dan cepat.
2.      Komunikasi multi-target.
3.      Komunikasi berbiaya rendah.
4.      Kemampuan menampilkan citra tertentu.
5.      Pergeseran kekuatan dan kendali individu.
Dengan manfaat-manfaat ini Internet secara dramatis telah mengubah aturan permainan dalam bisnis ke sektor konsumen individual. Internet memfasilitasi koordinasi dan pengendalian melalui pemrosesan informasi yang efisien dan efektif, tetapi Internet tidak dapat menggantikan proses fundamental yang melibatkan pengendalian manajemen. Ketersediaan akses data secara elektronis ke database hanya memberikan kontribusi kecil pada penilaian yang diperlukan untuk mendesain dan mengoperasikan suatu system pengendalian yang optimal.
Penilaian tersebut meliputi:
1.      Memahami nilai relatif dari pentingnya keanekaragaman, dan terkadang bersaing dalam tujuan yang mendorong individu untuk bertindak.
2.      Penyelarasan tujuan dari beragam individu dengan organisasi.
3.      Pengembangan tujuan tertentu melalui unit bisnis, area fungsional, dan departemen-departemen yang akan dinilai.
4.      Menkomunikasikan strategi dan tujuan kinerja yang spesifik untuk keseluruhan  organisasi.
5.      Menjelaskan variabel kunci yang akan diukur dalam penilaian kontribusi individual terhadap tujuan organisasi.
6.      Mengevaluasi kinerja aktual relatif terhadap ukuran standar dan pembuatan kesimpulan tentang kinerja manajer.
7.      Menyelenggarakan pertemuan untuk meninjau kinerja yang produktif.
8.      Mendisain struktur penghargaan yang tepat.
9.      Mempengaruhi individu untuk mengubah perilaku mereka.
 
Kasus Perusahaan
Wal-Mart
Sampai tahun 2002, Wal-Mart dengan penjualan lebih dari $200 miliar merupakan perusahaan ritel terbesar di dunia, berkat keunggulan strateginya yang menjual produk bermerek dengan biaya rendah.  Dengan melakukan perubahan yang mendasar, sistim pengendalian manajemen perusahaan diarahkan pada manajemen operasi toko yang efisen, yang pada akhirnya memberi keunggulan biaya pada keseluruhan perusahaan. 
Data dari 4.400 toko untuk pos-pos penjualan, pengeluaran serta laba dan rugi yang dikumpulkan, dianalisis, dan disebarkan secara elektronis dengan real-time basis, secara cepat mengungkapkan bagaimana suatu wilayah, distrik, toko, departemen dalam toko, atau barang dalam departemen tertentu yang berkinerja baik.  Informasi ini memungkinkan perusahaan untuk mengurangi kemungkinan kehabisan barang dan kebutuhan untuk menandai pergerakan stok yang lambat, dan memaksimalkan perputaran persediaan.
Data dari toko yang unggul diantara semua toko merupakan informasi untuk memperbaiki operasional toko lain yang bermasalah.  Perusahaan telah mengurangi kerugian yang diakibatkan pencurian dengan kebijakan pembagian 50 persen penghematan dari penurunan pencurian dalam sebuah toko tertentu.

World.com
CEO World.Com, Bernard Ebbers, akhirnya dinyatakan bersalah dalam skandal akuntansi terbesar dalam sejarah AS.  Skandal akuntansi WorldCom yang merupakan perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di AS ini sempat membuat Bursa saham di Wall Street mengalami anjlok.  Ebbers dinyatakan bersalah atas 9 tuduhan termasuk kecurangan, konspirasi dan berbohong kepada regulator dengan ancaman hukuman hingga 85 tahun.
World.Com merupakan perusahaan telekomunikasi yang menyediakan berbagai macam produk di seluruh dunia seperti data, Internet, komunikasi telepon, layanan telekonferens melalui video, sampai penjualan kartu telepon prabayar untuk sambungan internasional. Perusahaan dengan kode saham Wcom di bursa Nasdaq ini memiliki 73.000 pegawai yang tersebar di seluruh dunia.  Sebanyak 8.300 di antaranya adalah pegawai yang tinggal di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika.
Skandal World.Com mencuat setelah perusahaan ini mengaku telah mengembungkan keuntungannya hingga US$ 3,9 milyar pada periode Januari 2001 dan Maret 2002. Pada tahun 2001 hingga awal 2002, World.Com memasukan US$ 3,9 milyar dollar AS yang merupakan biaya operasi normal ke dalam pos investasi.  Hal ini memungkinkan perusahaan tersebut menekan biaya selama bertahun-tahun.  Dengan hilangnya pos biaya operasional ini, maka pos keuntungan menjadi lebih besar karena biaya yang seharusnya mengurangi keuntungan sudah diperkecil.  Dengan keuntungan yang terlihat besar, maka akan menunjukkan bahwa kinerja World. Com sangat bagus.  Saham World.Com yang dicatatkan di bursa tahun 1999 pada harga US$ 62, langsung anjlok 94 persen sejak Januari 2002 akibat mencuatnya skandal tersebut.
Selain itu setelah perginya pendiri dan chief executive officer WorldCom, Bernie Ebbers, pada bulan April 2002, skandal lainnya mencuat.   Diketahui Ebbers meminjam jutaan dollar AS dari perusahaan tersebut untuk menanggung kelebihan harga yang harus dibayarnya untuk saham-saham perusahaan itu sendiri.  Jaksa menuding Ebbers tergoda menjaga saham Worldcom tetap tinggi dan memperolah US$ 400 juta pinjaman pribadi yang dijamin dengan saham Worldcom.  Sedangkan juri mengetahui kecurangan itu ditimbulkan dari manajemen tingkat menengah hingga eksekutif puncaknya. 

3 comments:

  1. Ini yang pertama...masih belajar, jadi lumayan kacau... masih ingat kan waktunya? hari kamis, malam, di bulan Oktober 2010.

    ReplyDelete
  2. Artikelnya Baguss....
    Walmart merupakan salah satu dari sekian banyak raksasa ritel yang memiliki jaringan hampir di seluruh dunia.
    Sekedar ingin berbagi, barangkali bisa sedikit menambah referensi mengenai kisah sukses perusahaan RItel Walmart.
    Klik --> Makalah Kisah Sukses Walmart Store Inc.

    ReplyDelete
  3. makasih sudah sharing :)
    mudah2 an berkah untuk semuanya :)

    ReplyDelete

Joint this blog!

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...